Social Icons

Pages

Pengertian Padi

Salam Pramuka ,


Oryza sativa L.
Nama umum
Indonesia:Padi, pari (Jawa), pare (Sunda)
Inggris:Rice
Pilipina:Palai
Oryza sativa
Padi

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
       Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
        Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
        Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
        Sub Kelas: Commelinidae
        Ordo: Poales
        Famili: Poaceae (suku rumput-rumputan)
        Genus: Oryza
       Spesies: Oryza sativa L.

Pramuka Tak Sekadar Tepuk Tangan, Tapi Bisa Cegah HIV/AIDS


Vera Farah Bararah - detikHealth
Browser anda tidak mendukung iFrame


img
Pramuka (dok: Pramuka.or.id)
Jakarta, Selama ini pramuka dikenal sebagai kegiatan yang diisi dengan tepuk tangan dan nyanyi-nyanyi. Tapi sebenarnya bukan sekadar itu saja, karena pramuka juga bisa menjadi cara untuk mencegah HIV/AIDS.

Diketahui sebagian besar orang dengan infeksi HIV/AIDS adalah generasi muda yang berusia 20-29 tahun. Secara otomatis generasi muda ini akan memiliki produktivitas yang kurang, padahal mereka adalah harapan bangsa.

Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan mengisi masa atau waktu senggang generasi muda ini melalui kegiatan dan aktivitas yang baik, salah satunya adalah ikut pramuka.

"Di balik tepuk tangan, bernyanyi dan main-main, ada nilai-nilai yang ditanamkan dalam kegiatan pramuka," ujar Prof Dr dr H Azrul Azwar, MPH, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka dalam acara Getting To Zero 2015: Melindungi Keluarga dan Perempuan Indonesia dari Infeksi HIV/AIDS, Sanggupkah? di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (25/1/2012).

Prof Azrul menuturkan selain pencegahan melalui cara textbook, ada hal lain yang bisa dilakukan yaitu dengan mengisi waktu senggang anak muda melalui kegiatan positif bisa dengan cara gerakan pramuka.

"Kita harus membentuk karakter sehingga dalam dirinya terpatri tidak akan melakukan hal-hal yang merugikan dirinya sendiri," ujar Prof Azwar yang juga Guru Besar dari FKUI, Jakarta.

Hal ini karena tujuan pendidikan dari pramuka ini adalah membentuk karakter sehingga memiliki watak dan akhlak mulia, menanamkan rasa cinta dan semangat kebangsaan serta membekali kaum muda dengan berbagai keterampilan hidup.

"Kalau pramuka yang dilakukan bagus dan berhasil maka hasilnya akan terbentuk karakter kaum muda dengan nilai-nilai seperti yang diharapkan. Tidak hanya melindungi generasi muda tapi akan terbawa terus seumur hidupnya," ungkapnya.

Ketika mengikuti gerakan pramuka seseorang akan belajar dengan interaktif di alam terbuka, permainan yang menantang dengan nilai-nilai tertentu, ada unsur kompetitif serta di bawah bimbingan orang dewasa.

"Jika masa senggang anak muda ini terisi penuh, sibuk dengan kegiatan, jadi enggak ada waktu buat goda-godain anak, minum-minum. Gerakan ini bisa menjadi sesuatu yang menjanjikan," ujar Prof Azwar.

Prof Azwar menuturkan hasil dari gerakan ini bersifat jangka panjang. Meski begitu yang menentang hal ini juga banyak, dibilang pramuka 'jadul' (zaman dulu) dan ketinggalan zaman, hal itu karena orang-orang tersebut tidak mengerti tentang pramuka.
(ver/ir)
 (dok: Pramuka.or.id)

Jendral Pramuka dan Pendidikan


1Letjen TNI (Purn) Haji Mashudi lahir di Desa Cibatu, Garut, Jawa Barat, 11 September 1919 adalah mantan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka pada tahun 1978-1993. Lahir dari orang tua yang merupakan wiraswastawan, Mashudi adalah anak keenam dari 11 bersaudara. Ia menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dari tahun 1960 hingga 1970.
Dia telah aktif dalam jabatan struktural Gerakan Pramuka sejak 1961, sebagai Ketua Majelis Pembimbing Pramuka Jawa Barat, tatkala dia menjabat Gubernur Jabar (1960-1970). Dia pun sempat menjabat Wakil Ketua MPRS (1967-1972). Kemudian 1974, dipercaya menjadi Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jabar dan ditunjuk menjadi Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka. Lalu sempat menjabat Pjs Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka menggantikan Sarbini (1974-1978). Dalam Munas Gerakan Pramuka di Bukit Tinggi, Sumatera Barat, 1978, dia terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka hingga 1993.
Lewat sentuhan tangan dinginnya, Gerakan Pramuka berkembang pesat menjadi organisasi kepanduan terbesar di dunia. Kepramukaan juga menjadi dikenal luas di Tanah Air. Tak heran bila akhirnya World Organization of Scout Movement (WOSM) menganugerahi Bronze Wolf Award, penghargaan tertinggi dalam dunia kepanduan. Hanya ada empat orang Indonesia yang tercatat pernah menerima Bronze Wolf Award.
Sosok yang dikenal tegas, disiplin namun akrab ini telah meninggal, seminggu setelah menerima penghargaan khusus dari Komite Kepanduan Asia-Pasifik. Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, BandungIa meninggal dunia pada 22 Juni 2005 akibat terkena serangan jantung. Dari pernikahannya dengan Yetty Rochyati, ia memperoleh dua orang anak.
Dia selau berpesan agar berpikir untuk masa depan. Menurutnya orang akan cepat pikun jika selalu berpikir masa lalu. Memiliki prinsip hidup yang sederhana yang ia terima dari ayahandanya Masdan Nataatmadja, yang selalu menekankan tidak akan mewariskan harta tapi akan mewariskan ilmu pada anak-anaknya.

Tanda Kecakapan Pramuka Garuda


PDF Print E-mail


Imagesumber :: pramukanet.org