Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label BEASISWA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BEASISWA. Tampilkan semua postingan

LOMBA BLOG , WEBSITE 2013 MAret

Salam Pramuka , sahabat pramuka ,, pernah ikut lomba blog ??

sekarang Pramukaku akan share tentang Lomba Pertanian .. diantaranya ,,
bida kunjungi situsnya DISINI

kita lomba bukan sekedar Lomba tetapi memperbanyak kreatifitas kita dalam Website dan membuat Blog ..

lomba ini Tentang Pertanian ..
yang di selenggarakan oleh IPB :D
kunjungi saja link di bawah ini agal lebih diperjelas sahabat Pramuka :D
http://tentanginstitutpertanianbogor.blogspot.com/2013/03/lomba-ipb.html

Mau Sekolah di Jerman Gratis ?


Hey, temans..! gimana UN & US nya? ga susah kan? pastinya donk, kan dah blajar! :)
Trus, mo gimana nih ceritanya? mo lanjut kuliah kan? ya iyalah ya… kan demi membangun bangsa Indonesia yang lebih pintar, maju dan sejahtera! ceileehh..^^ tapi beneran loh, banyak temen2 ku dulu yang tidak bisa nerusin kuliah, jangan kan ‘nerusin’,  cuma ‘pengen’ nerusin aja ga berani mereka. Padahal dulu mereka pintar loh, dapet ranking juga! Ya apalagi klo bukan masalah klasik tentang biaya! ga sampe situ, mereka justru harus, (’harus’ loh!) segera bekerja serabutan membantu menghidupi dan membiaya adik2nya. Maklumlah, akhir2 ini PHK terjadi dimana2. Ngeri ya denger ya..! Sedih ga sih..?! Ya itulah potret kehidupan di desa sini temen2.
Tapi, justru kita2 yang mampu saya pikir harus loh nerusin kuliah. Biar suatu saat nanti, kita bisa nolongin mereka yang tidak mampu! pake usaha sendiri, pake ilmu sendiri, pake duit sendiri! Emang enak, kita berpesta2 sementara banyak temen2 kita melarat?
Palace di Trier, kota tertua di Jerman /own pict.
Nah, klo sempet kebayang nih, mo kuliah di luar negeri, mau ga kuliah di jerman? gratis looh..! kita ga perlu bayar yang namanya SPP disini, cuma perlu biaya hidup doank! bandingkan sama negara2 lain yang perlu bayar tuition fee yang lumayan lah cukup buat beli mobil baru. Disini? wiihh.. gratiiisss! biaya hidup nya juga murah loh, dibanding negara2 lain di eropa. Buat kosan aja cuma sekitar 220 euro/bulan! di negara lain, umumnya sekitar 400 euro/bln. Ya, cuma  itu sih biaya terbesar buat hidup disini. Biaya lainnya, seperti buat makan, asuransi, tranportasi dll, ya tergantung masing-masing. Klo aku sih 100 euro/bln buat makan  dah cukup. Jadi, yaa.. murahlah! Tentu saja, beda ceritanya kalau hidup di kota2 besar seperti München dan Frankfurt yang pastinya akan jauh lebih mahal. Kuliahnya juga sebagian harus bayar, tapi masih lebih murahlah dibanding di negara lain, Belanda misalnya. (info lebih lengkap, hubungi instansi pendidikan terkait)
Apalagi pendidikan disini kan bagus. Ya, seberapa bagusnya sih tergantung ya.. at least, secara rata2 dan kultur pendidikannya saya kira Jerman termasuk salah satu yang terbaik di dunia. Gimana ngga? lah wong Jerman itu kan negerinya ilmuwan ternama, seperti Albert Einstein, Heinrich Hertz, Euler, Max Planck, Karl Marx dan maaasih banyak lagi.
Trus, klo misalnya pengen tau universitas apa aja yang keren-keren, lihat aja ranking2nya, coba cek web ini: http://ranking.zeit.de/che10/CHE_en. Di web ini, kita bisa lihat ranking universitas di setiap jurusannya, dan kita bisa tentukan sendiri apa saja kategori penilaian yang kita inginkan. Misal, aku pengen kuliah matematik, maka pilih ‘mathematics’ di bagian ‘Quick Ranking’. Trus, pilih semua yang sesuai. Maka nanti hasilnya berupa gambar beberapa lingkaran yang semakin membesar, dan di tengah2nya terdapat universitas kaiserslautern dan universitar bremen. Itu artinya, dua universitas ini yang paling top di jerman dalam matematika berdasarkan semua kriteria yang kita pilih. Semakin jauh dari pusat lingkaran, semakin rendah rankingnya. Di sebelah kanannya ada list indikatornya, silahkan pilih sesuai keinginan.
Ga punya duit sebanyak itu? Ya gpp. Tenang aja, sabar dulu. Banyak jalan menuju Roma! Kuliah aja dulu S1 nya di Indonesia, seperti kebanyakan teman2 mahasiswa dsini yang sedang S2. Kampus2 di Indo ga kalah bagusnya kok, banyak alumni kampus kita yang menjadi orang penting skala international. Nanti, S2 nya ngepply beasiswa ke Jerman, ya klo dah beasiswa mah, ngepply kemana2 juga ayo, ga mesti ke Jerman. Beasiswa banyak looh! tinggal pinter2 kitanya aja nyari. Ada milis beasiswa di yahoogroup, ada web erasmus mundus indonesia, dan masih banyak lagi. Coba tanya aja sama om Google! Kemungkinan dapetnya juga gede. Lebih top kampus kita di Indo, lebih besar kemungkinan keterima beasiswanya. Karena kualitas universitas mempengaruhi mahasiwanya donk! juga pemberi rekomendasi dari universitas top juga bukan orang sembarangan, banyak yang dikenal diluar negeri juga. Tapi memang yang terpenting adalah kualitas diri sendiri, biar dari kampus di antah berantah sana, tapi klo memang punya kemampuan yang cukup, insya Allah bakalan diterima!
Beasiswa ke Jerman yang utama pastinya berasal dari DAAD, beasiswa dari pemerintah Jerman sendiri. Klo yang lain, misalnya beasiswa paling ngetop dari komisi Uni Eropa, ‘Erasmus Mundus‘.
Jadi gimana, Mau?^^
Ya udah, selamat berburu beasiswa aja! Dan jangan lupa belajar, tunjukan yang terbaik! chayooo!
–(tulisan ini juga merupakan respon saya terhadap pesan dan sapaan yang saya terima, monggo…)–
tambahan:
Ada biaya ’social fee’ / semester, di kampus saya besarnya: 194€. Dengan membayar uang ini, kita dapat semester tiket untuk bis dan kereta dalam satu provinsi. Jadi transportasi nya gratis selama masih dalam satu provinsi untuk 1 semester.

Studi/ sekolah ke Luar Negeri? Semua Orang Bisa Kok


freedigitalphotos.net
Di antara kita mungkin ada yang pernah berusaha melamar beasiswa ke luar negeri. Atau mungkin punya kenalan, rekan, sahabat atau pacar yang berminat studi ke luar negeri? Sebenarnya modal pintar saja tidak cukup, tapi juga dibutuhkan ketekunan, kesabaran dan kemauan yang kuat. Tak kalah pentingnya adalah well-informed, saat ini banyak sekali peluang untuk mendapatkan beasiswa ke luar karena banyaknya pilihan.
Apply beasiswa memang gampang-gampang susah. Susah awalnya, tapi jika kita sudah pernah berhasil sekali, akan lebih mudah untuk mendapatkan beasiswa lain. Di artikel ini saya ingin berbagi pengalaman sebagai pemburu beasiswa dari tahun 2006-2009. Muluskah perjalanannya? Tidak sama sekali, entah berapa penolakan dan kegagalan yang pernah saya alami. Tapi mengutip catatan super pak Mario Teguh: : kesulitan hanyalah perasaan tidak enak dari kemudahan, di balik kesusahan pasti ada kemudahan :-)
Saat ini saya tengah menempuh studi S3 di sebuah universitas di Jerman. Sebelumnya saya juga sangat beruntung mendapatkan beasiswa belajar S2 di Jepang. Tidak seperti kebanyakan anggapan orang, beasiswa belajar tidak hanya terbatas untuk kalangan pengajar/ dosen/ peneliti/ PNS, melainkan terbuka untuk umum. Contohnya saya, hingga saat ini status saya di Indonesia adalaahhh……..seorang istri. :-)
Personally, saya sangat ingin agar lebih banyak orang Indonesia bisa mendapatkan kesempatan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Mengingat tingginya biaya pendidikan di Indonesia, melanjutkan sekolah ke luar negeri gratis tentunya opsi yang sangat menggoda sekaligus menguntungkan. Berikut adalah rangkuman langkah-langkah yang pernah saya tempuh (dan bisa anda praktikkan):
1. Tentukan bidang studi (bukan jurusan, tapi spesialisasi) yg ingin ditekuni.
Graduate study di luar negeri jauh lebih spesifik daripada di Indonesia. Dari awal tentukan bidang yg anda sukai dan banyak-banyaklah belajar ttg itu.
Contoh: Jika bidang studi anda T. Kimia, kemungkinan anda berhasil akan lebih besar jika anda bisa mendeskripsikan field of interest yang spesifik seperti Processing Technology of Commercial and Engineering Plastics atau Extraction of organic substance using non-solvent method, ketimbang menyebutkan jurusannya saja.
2. Rajin2 buka internet, cari info tentang beasiswa.
Bbrp bisa diambil dari sini:
Banyak negara menawarkan beasiswa dgn quota yg cukup besar tiap tahunnya. (Jepang, Jerman, Perancis, USA, Swiss, Australia, dll). Anda harus rajin buka internet untuk tahu kapan pendaftaran dibuka dan kapan deadline ditutup.
3. Perbaiki bahasa inggris.
Makin bagus bhs inggris anda makin luas kesempatan untuk melamar ke banyak sekolah. FYI, umumnya S2 di luar negeri mensyaratkan TOEFL PBT min. 550 ato IELTS 6.0*. Ambillah tes dari jauh-jauh hari (2-6 bulan sebelum deadline) supaya nanti ketika apply ga bingung tes dadakan. Ambil les bahasa jika perlu.
4. Buatlah study plan dan motivation letter yang bagus dan ‘menjual’.
2 surat ini adalah point penting dimana diri anda dinilai dari cara anda bertutur. Buatlah deskripsi yang scientific, sistematis, jujur, dan mencerminkan kekuatan anda.
5. Surat rekomendasi.
Makin tinggi jabatan struktural perekomendasi anda, makin tinggi chance anda. Perekomendasi sebaiknya bergelar S3, lebih bagus lagi jika beliau Kajur atau Dekan.
6. Buatlah aplikasi minimal ke dua beasiswa.
Banyak jalan menuju Roma. Selain beasiswa yang ditawarkan oleh negara, ada jalan alternatif yang bisa anda coba (2 beasiswa yang pernah saya dapatkan menggunakan cara ini):
1. Browsing research grup di homepage universitas.
Banyak univ. di luar negeri yg menawarkan beasiswa untuk program spesifik dengan pendanaan berbasis project, kerjasama, atau foundation.
Contoh: beasiswa master of architecture dari Saitama Univ., mech. eng dari RTW Aachen, dll.
Rata2 univ. di luar negeri punya homepage. Eksplorasi homepage universitas untuk melihat tawaran studi untuk mahasiswa internasional berikut fundingnya. Di informasinya juga ada contact person yg bisa dihubungi.
Khusus untuk Jepang atau jika anda ingin melanjutkan studi S3: Dari homepage uni, masuklah ke bagian research group. Biasanya banyak lab/ research group yang menawarkan posisi untuk graduate student dengan dana berbasis project.
Kelebihan dari cara ini adalah anda bisa membidik langsung ke univ. idaman.
2. Buatlah list contact person sesuai bidang yg anda minati dan mulailah mengirim email ke mereka.
Saya dulu bisa mengirim 5 email/ hari ke orang2 yang berbeda.
Be polite. Perkenalkan diri anda, sebutkan dari mana anda tahu mengenai info tsb, nyatakan ketertarikan anda terhadap posisi tsb, sebutkan prestasi dan/ atau kelebihan anda yang lain.
Jika tidak dibalas, jangan putus asa, masih banyak orang lain. Waktu yg dibutuhkan untuk menjalin kontak ini cukup lama dan butuh kesabaran.
FYI, lebih gampang menghubungi professor di eropa daripada di jepang krna sifat orang jepang yg cenderung tertutup. Sbg perbandingan: untuk mendapatkan respon positif dari seorang prof. di jepang, saya butuh sekitar 1 tahun, untuk dapet di eropa hanya butuh sekitar 4-5 bulan.
Jika anda sudah mengantongi rekomendasi professor di univ. tsb., akan jauh lebih mudah untuk mendapatkan beasiswa negara maupun project.
3. Point-point untuk kelengkapan berkas sama seperti no. 3-5 di atas.
Selamat mencoba :-)