Social Icons

Pages

LATIHAN JELAJAH DENGAN KOMPAS DAN MEMBUAT PETA RUTE PERJALANAN


Udara dingin masih menyelimuti halaman SMPN 2 Kalipuro ketika sejumlah Pramuka Inti Gudep 05.119 – 05.120 berkumpul di sana. Maklum hari masih pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Sambil menunggu anggota Pramuka yang lain terlihat mereka serius membicarakan apa yang hendak mereka lakukan di tempat tujuan nanti. Kak Blaster yang ikut mengawal adik-adik pramuka juga terlihat ikut nimbrung dalam pembicaraan. Tapi pembicaraan tidak berlangsung lama karena jarum jam sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB sesuai dengan batas akhir waktu yang dijanjikan untuk berkumpul. Dengan sebuah angkutan kota adik-adik bersiap untuk berangkat. Satu-persatu mereka masuk dalam angkot dengan tertib. Ada satu dua anggota pramuka yang datang agak terlambat tapi mereka masih beruntung belum tertinggal. Beberapa saat kemudian angkot pun perlahan meninggalkan SMPN 2 Kalipuro menuju Penawar, Kak Blaster dengan sepeda motor mengiring dibelakangnya.
Pramuka (707)
Jalan masuk ke sumber air Penawar
Perjalanan sekitar 15 menit, akhirnya rombongan sampai juga kami di tepi jalan lingkar Ketapang di mana mereka harus turun dan melanjutkan dengan jalan kaki melalui jalan setapak sekitar 500 meter. Udara masih terasa dingin meskipun sinar matahari menyeruak diantara kabut tipis ditepi perkebunan coklat tempat mata air Penawar berada. Kak Wisnu yang datang agak terlambat menyusul di belakang adik-adik yang sedang berjalan. Ternyata Kak Wisnu membonceng Siti yang sempat terlambat juga. Lalu mereka bersama-sama melanjutkan perjalanan sampai di tepi mata air Penawar.
Pramuka (719)
Bidik yang benar ya Dik, jangan bidik yang lain lho..!
Tanpa menunggu lama adik-adik berbaris dimulut jalan setapak yang arahnya menuju puncak bukit di atas mata air Penawar. Kak Wisnu memberikan penjelasan bagaimana membidik kompas dan membaca arah jarum kompas, sementara adik-adik mengikuti penjelasan dengan serius. Setelah selesai penjelasan sekitar pukul 06.30 WIB rombongan yang terdiri dari sekitar 15 anak tersebut mulai memasuki jalan. Kak Wisnu memberi contoh cara membidik pada satu pohon sasaran. Kemudian membaca arah jarum dan mencatat hasilnya di kertas yang telah dipersiapkan. Adik-adik pun secara bergantian mencoba mempraktekkan membidikkan kompas ke sasaran. SEtelah sasaran terbidik dan datanya dicatat, adik-adik berjalan menuju sasaran dan mencatat waktu yang mereka butuhkan untuk mencapai sasaran tersebut dengan stopwatch. Begitu seterusnya adik-adik menentukan sasaran berikutnya sampai mereka mencapai puncak bukit.
Pramuka (728)
Awas dek tergelincir ....!!!
Baru ditengah perjalanan menuju puncak bukit Kak Ciput berlari-lari menyusul. Kemudian Adik Ridho dan Adik Fani giliran berikutnya. Mereka adalah anggota yang agak terlambat karena perjalanan dari rumah terhambat. Tapi tidak menjadi soal karena mereka masih belum terlalu terlambat. Perjalanan dilanjutkan sampai kepuncak bukit. Dan semua anggota pasukan inti sudah mencoba melakukan kegiatan membidik kompas dan mencatat arah jarum dan waktu tempuh. Saat mendekati puncak, perjalanan terhalang oleh jurang menganga. Kak Wisnu pun meminta adik-adik untuk mencari jalan yang memungkinkan mereka menyeberangi jurang tersebut. Dan akhirnya mereka berhasil melewati dasar jurang yang sempit untuk menuju ke seberang. Sambil melewati jurang yang didasarnya dialiri sebuah sungai kecil Kak Wisnu menjelaskan kepada adik-adik bahwa jurang tersebut terbentuk karena adanya aliran lahar dari salah satu gunung berapi di pegunungan Ijen. Bantuan yang tampak disitu adalah batuan konglomerat, yaitu rangkaian dari serpihan batuan kecil yang terekat oleh lapisan batuan lainnya yang lebih dikenal dengan batu “padas” dalam bahasa lokal (mungkin kalau di Indonesiakan menjadi Cadas kali ya?).
Pramuka (717)
Setelah membidik sasaran data dicatat
Setelah melewati puncak bukit, adik-adik pun kembali turun kearah mata air berada. Dan mereka tetap melakukan kegiatan membidik dan mencatak waktu. Turun bukit tepat di samping dari mata air Penawar. Ada kejadian unik pada saat penjelajahan Adik Dilla sempat tergelincir dua kali dan menimpa teman di depannya, tapi tidak mengalami luka-luka. Yah mungkin agak sedikit sakit saja terbentur tanah. Pukul 07.15 semua anggota pasukan inti sudah sampai di finish. Mereka istirahat sejenak sambil menikmati bekal yang mereka bawa, yang tidak bawa bekal pun masih juga bisa sarapan karena di lokasi ada warung yang menjual makanan. Sebagian adik-adik ada juga yang langsung mencebur ke kolam mandi yang ada di sebelah mata air.
Selanjutnya adik-adik berkumpul di sekitar Kak Wisnu untuk belajar membuat peta dari rute yang telah mereka tempuh. Membaca angka hasil pencatatan selama perjalanan dan menuangkan dalam goresan peta di kertas. Setelah sekitar 30 menit mereka berhasil membuat gambar peta rute perjalanan yang telah ditempuh pasukan.
Pramuka (743)
Santai sejenak ahh...!!!
Selesai membuat peta, kegiatan berikutnya adalah bersenang-senang tentunya. Kak Wisnu mengajak adik-adik bermain beberapa game. Tampak wajah-wajah gembira adik-adik seolah-olah mereka lupa kalau baru saja berjalan cukup jauh menaiki dan menuruni bukit. Sayang waktu yang tersedia untuk kegiatan sudah habis dan kegiatan harus diakhiri. Adik-adik pun bersiap-siap untuk menempuh perjalanan pulang seperti saat mereka berangkat. Ada banyak pelajaran yang di bawa pulang oleh adik-adik dari pelajaran kompas, peta, bahkan pelajaran tentang batuan dan juga kebersamaan. Semoga acara seperti ini dapat dilakukan lagi lain kali. Setujuuuu!!! (Dori)

smoga bermanfaat :)  
Salam Pramuka