Social Icons

Pages

HIDUP DI ALAM BEBAS

Salam Pramuka ,
           Sekarang kta membahas tentang Hidup Di Alam Bebas  Apa saja yang perlu kita butuhkan, kita lkukan di sekitarnya, kita langsung aja :

 HIDUP DI ALAM BEBAS

Dalam mempertahankan hidup, terdapat beberapa hal yang harus dikuasai dan dimiliki oleh pendaki.
��Seorang pendaki haruslah memiliki semangat yang tinggi didalam hidup. Dapat mengambil keputusan dalam keadaan apapun.
��Seorang pendaki haruslah kuat dan memiliki keyakinan terhadap diri sendiri. Latihan-latihan yang telah dilakukan dapat dapat bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.
��Belajarlah dari pengalaman. Baik pengalaman sendiri ataupun pengalaman yang didapat dari membaca dan mendengarkan orang lain.
��Persiapkan dan manfaatkan alat-alat navigasi untuk kondisi aman ataupun disaat darurat.

A. Kebutuhan Di Alam Bebas
1. Tempat perlindungan sementara
Tempat perlindungan di alam bebas haruslah memberikan keamanan dan kenyamanan.
Perlindungan sementara dapat dibuat dari tenda, lembaran plastik, daun pisang, lubang pohon, celahcelah batu dan gua yang terdapat dialam. Buatlah jalur air disekeliling tempat perlindungan guna mencegah terjadinya banjir jika terjadi hujan.

2. Air minum
Jika berada dialam bebas, kita harus mampu mendapatkan air bersih. Air bersih dapat diketahui
dengan cirri-ciri tidak barasa, tidak berwarna dan tidak berbau. Sumber-sumber air yang dapat
dimanfaatkan berupa:
��Air hujan yang ditampung dengan plastik,
��Rotan yang dipotong bagian bawahnya,
��Embun pada daun,
��Lumut yang lemab, diperas dan disaring airnya,
��Bambu muda yang airnya terdapat pada ruas-ruas,
��Air sungai pegunungan.
Setelah menampung air bersih, masaklah sampai mendidih untuk mematikan bibit penyakit. Air
yang tidak baik diminum seperti air dalam genangan, air laut dan air payau (rawa).
Cara lain untuk menemukan sumber air yaitu dengan mengikuti jejak-jejak hewan, tetapi
haruslah berhati-hati jangan dampai kehilangan arah.
Menyimpan air bersih dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air minum. Gunakan plastik
sebanyak yang dibutuhkan untuk membawa air bersih dari sumber air. Setiap 3 sampai 4 jam
perjalanan, simpan di tempat aman, seperti tepi jalur dan tempat lainnya. Air tersebut dapat
dimanfaatkan ketika turun pada jalur yang sama, tetapi jangan terlalu mengandalkan cara ini karena air
itu mungkin dapat ditemukan dan digunakan oleh pendaki lain yang membutuhkan air.

3. Makanan
Di alam bebas banyak sekali tersedia tumbuh-tumbuhan yang dapat dikonsumsi. Saat pemilihan bahan makanan kita harus hati-hati seperti menghindari mengkonsumsi tumbuhan dengan warna mencolok, bergetah putih, menghindari tumbuhan yang tidak diketahui jenisnya dan menghindari memakan satu jenis tumbuhan secara berlebih-lebihan. Sebelum memakannya cobalah diteliti terlebih dahulu seperti mencicipi sedikit dan amati hasilnya.
Hewan-hewan liar dapat dimanfaatkan dengan membuat perangkap (ranjau) dan pancingan.
Sebelum memakannya, masaklah terlebih dahulu.

4. Api
Bawalah pematik/korek api dan bungkuslah agar terhindar dari kondisi basah. Api dapat dibuat dengan menggunakan fokus teropong, lup, benturan batu, dua batang kayu yang digosok. Semua itu harus dilakukan secara sabar dan teliti.

B. Pemakaian Alat Navigasi
Kompas
Kompas yang biasa digunakan adalah kompas bidik dan kompas orientasi. Kompas terdiri dari jarum yang mempunyai dua warna dan selalu menunjukkan arah utara dan selatan. Arah mata angin pada kompas terdiri dari N (North/utara), S (South/selatan), E (East/timur) dan W (West/barat).
Kompas memiliki azimuth, yaitu skala 00 sampai 3600 yang dapat diputar.
Kompas digunakan dengan cara memperhatikan arah jarum dan azimuthnya. Misalkan kita ingin ke arah Barat (W). Letakkan kompas di tempat datar, lalu putar rumah kompas (azimuth) hingga arah W terdapat pada penunjuk arah yang dituju. Selanjutnya, putarlah badan hingga jarum indikator menunjuk arah Utara (N). Hasilnya akan terlihat arah Barat yang dituju.